Teks Pidato Bahasa Indonesia POSPEDA 2016
Ponpes Al Iman Bulus Gebang Purworejo
Ponpes Al Iman Bulus Gebang Purworejo
Membentuk Generasi
Qur’ani
Assalamualaikum wr wb
Yang saya hormati, para dewan juri pospeda, tak
lupa kepada teman teman santri ynag saya cintai dan yang mencintai saya. Saya
sanggat bersyukur dan bangga dapat berdiri di depan orang orang hebat dan
panutan yang semoga selalu dilimpahi rahmat dari allah swt. Oleh karena itu,
mari kita wujudkan rasa syukur kita kehadirat allah swt dengan bacaan
Alhamdulillahirobbil alamin. Tidak lupa pula sholawat serta salam selalu kita
haturkan kepada junjungan kita Nabiyyuna nabi agung Muhammad SAW, yang telah
diutus oleh Alloh sebagai penyempurna moral dan etika. Shollu ‘ala Nabi
Muhammad….
Hadirin hadirot arsyadakumulloh
Pada kesempatan kali ini saya akan coba
menjelaskan tentang “ Membentuk Generasi Qur’ani “. Sebelum saya membahasnya
lebih lanjut, saya akan bertanya pada hadirin, pernahkah anda melihat remaja
yang sering mabuk – mabukan? Minum minuman keras? Atau bahkan melakukan seks
bebas? Na’udzubillah min dzalik.
Yah, pada akhir akhir ini kejadian tersebut
kerap terjadi, bahkan di pelosok pelosok desa. Sudah mafhum dikalangan kita,
jika anak anak mudanya saja sudah bobrok, mau jadi apa bangsa ini?. Sebenarnya
apa yang salah dengan remaja remaja kita? Sistem pendidikanya? Pengawasan orang
tua yang kurang maksimal? Terlalu memanjakan? Atau memang anak mudanya saja
yang susah diatur?. Katanya mau jadi penerus bangsa, tapi tak punya moral
etika…
Saudara saudaraku yang saya cintai…
Selain itu, kita juga banyak melihat pola
perilaku yang tak bermoral yang lain. Pernahkah anda mendengar di berita
seorang murid yang tega melaporkan gurunya ke polisi gara gara dicubit gurunya?
Apakah seperti itu didikan yang diajarkan? Apakah seperti demikian akhlak
seorang murid pada guru? Sungguh ironis sauda saudara. Ironisnya lagi hal
tersebut dilakukan oleh remaja muslim.
Seandainya banyak remaja muslim yang
berperilaku demikian, berarti mereka telah kehilangan julukan sebagai sebaik
baik umat, mereka telah kehilangan nilai nilai luhur yang diajarkan oleh para
ulama. Krisis moral dan etika seperti ini, dapat menjadi bom waktu yang sewaktu
waktu dapat menjadi boomerang bagi bangsa kita sendiri.
Hadirin hadirot arsyadakumulloh…
Dalam mencari
sosok panutan, kita tak usah susah susah, jauh jauh bahkan bingung, mau ikut
siapa, mau meneladani siapa, karena sosok teladan tersebut sudah terbiasa kita
dengar, kita sebut selalu setiap hari, seperti dalam firman allah :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ
فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ
الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah
(suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat)
Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [QS. Al-Ahzaab: 21]
“
Yah,
sosok itu adalah baginda kita nabi agung nabi Muhammad saw.Beliau telah
mengajarkan kepada kita bagaimana beretika, bermoral bahkan berakhlak yang baik
entah itu dengan diri sendiri, dengan sesama manusia, atau dengan makhluk yang
lain.
Hadirin
hadirot rohimakumulloh…
Mewujudkan
generasi qur’ani, generasi yang berlandaskan ajaran islam, tidak hanya menjadi
tugas seorang guru, orang tua bahkan kiyai, kita juga harus ikut andil dalam
hal ini. Karena mau bagaimanapun, mereka adalah teman teman kita, generasi
penerus bangsa. Apa anda tega melihat generasi penerus kita bobrok? Allah
berfirman :
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ
خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ
وَلْيَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا
“Dan
hendaklah manusia takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan
anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap
(kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah
dan mengucapkan perkataan yang benar”. (An-Nisa: 9)
Ayat
diatas, walau secara eksplisit berkaitan tentang waris, namun dalam arti luas,
juga berkaitan dengan lainya. Sebagai santri, kita tidak boleh meninggalkan
generasi yang lemah, entah itu lemah harta, lemah moral, atau bahkan lemah
akidah. Kita harus ikut serta membangun generasi yang tangguh, dan bermoral.
Kalau kitanya saja sebagai generasi penerus sudah bobrok, bagaimana jadinya
anak cucu kita nanti?. Banyak cara yang dapat kita lakukan, agar teman teman
kita sesama remaja muslim senantiasa berbudi luhur, salah satunya dengan
mengajak mereka untuk nyantri, belajar ilmu agama di pesantren. Karena pondok
pesantren adalah wadah pembentukan moral, akhlak dan etika yang agung. Di
pesanten jelas diajarkan berbagai tatanan ilmu agama yang tentu berlandaskan
ajaran islam yang luhur. Dan dapat saya katakan, bahwa pondok pesantren
adalah satu satunya lembaga pendidikan yang paling efektif untuk menanggulangi
bahkan mencegah terjadinya bobroknya moralitas suatu bangsa.
Selain
itu, sebagai santri kita juga harus menjadi model, panutan bagi masayarakat
luas, tidak malah ikut ikutan style mereka. Kita juga harus dapat menjadi
pelopor kebajikan yang berwawasan ilmu luas, berbudi pekerti luhur yang
meneladani sifat rasulillah saw. Dengan kata lain, kita harus menjadi generasi
yang beramal ilmiah berilmu amaliah.
Kalian siap?
Wassalamu’alaikum
wr,wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar