Rabu, 13 Januari 2016

    Teks Pidato Bahasa Indonesia POSPEDA 2016
Ponpes Al Iman Bulus Gebang Purworejo

Membentuk Generasi Qur’ani
Assalamualaikum wr wb
Yang saya hormati, para dewan juri pospeda, tak lupa kepada teman teman santri ynag saya cintai dan yang mencintai saya. Saya sanggat bersyukur dan bangga dapat berdiri di depan orang orang hebat dan panutan yang semoga selalu dilimpahi rahmat dari allah swt. Oleh karena itu, mari kita wujudkan rasa syukur kita kehadirat allah swt dengan bacaan Alhamdulillahirobbil alamin. Tidak lupa pula sholawat serta salam selalu kita haturkan kepada junjungan kita Nabiyyuna nabi agung Muhammad SAW, yang telah diutus oleh Alloh sebagai penyempurna moral dan etika. Shollu ‘ala Nabi Muhammad….
Hadirin hadirot arsyadakumulloh
Pada kesempatan kali ini saya akan coba menjelaskan tentang “ Membentuk Generasi Qur’ani “. Sebelum saya membahasnya lebih lanjut, saya akan bertanya pada hadirin, pernahkah anda melihat remaja yang sering mabuk – mabukan? Minum minuman keras? Atau bahkan melakukan seks bebas? Na’udzubillah min dzalik.
Yah, pada akhir akhir ini kejadian tersebut kerap terjadi, bahkan di pelosok pelosok desa. Sudah mafhum dikalangan kita, jika anak anak mudanya saja sudah bobrok, mau jadi apa bangsa ini?. Sebenarnya apa yang salah dengan remaja remaja kita? Sistem pendidikanya? Pengawasan orang tua yang kurang maksimal? Terlalu memanjakan? Atau memang anak mudanya saja yang susah diatur?. Katanya mau jadi penerus bangsa, tapi tak punya moral etika…
Saudara saudaraku yang saya cintai…
Selain itu, kita juga banyak melihat pola perilaku yang tak bermoral yang lain. Pernahkah anda mendengar di berita seorang murid yang tega melaporkan gurunya ke polisi gara gara dicubit gurunya? Apakah seperti itu didikan yang diajarkan? Apakah seperti demikian akhlak seorang murid pada guru? Sungguh ironis sauda saudara. Ironisnya lagi hal tersebut dilakukan oleh remaja muslim.
Seandainya banyak remaja muslim yang berperilaku demikian, berarti mereka telah kehilangan julukan sebagai sebaik baik umat, mereka telah kehilangan nilai nilai luhur yang diajarkan oleh para ulama. Krisis moral dan etika seperti ini, dapat menjadi bom waktu yang sewaktu waktu dapat menjadi boomerang bagi bangsa kita sendiri.
Hadirin hadirot arsyadakumulloh…
Dalam mencari sosok panutan, kita tak usah susah susah, jauh jauh bahkan bingung, mau ikut siapa, mau meneladani siapa, karena sosok teladan tersebut sudah terbiasa kita dengar, kita sebut selalu setiap hari, seperti dalam firman allah :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [QS. Al-Ahzaab: 21]
Yah, sosok itu adalah baginda kita nabi agung nabi Muhammad saw.Beliau telah mengajarkan kepada kita bagaimana beretika, bermoral bahkan berakhlak yang baik entah itu dengan diri sendiri, dengan sesama manusia, atau dengan makhluk yang lain.
Hadirin hadirot rohimakumulloh…
Mewujudkan generasi qur’ani, generasi yang berlandaskan ajaran islam, tidak hanya menjadi tugas seorang guru, orang tua bahkan kiyai, kita juga harus ikut andil dalam hal ini. Karena mau bagaimanapun, mereka adalah teman teman kita, generasi penerus bangsa. Apa anda tega melihat generasi penerus kita bobrok? Allah berfirman :
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا
“Dan hendaklah manusia takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar”. (An-Nisa: 9)
Ayat diatas, walau secara eksplisit berkaitan tentang waris, namun dalam arti luas, juga berkaitan dengan lainya. Sebagai santri, kita tidak boleh meninggalkan generasi yang lemah, entah itu lemah harta, lemah moral, atau bahkan lemah akidah. Kita harus ikut serta membangun generasi yang tangguh, dan bermoral. Kalau kitanya saja sebagai generasi penerus sudah bobrok, bagaimana jadinya anak cucu kita nanti?. Banyak cara yang dapat kita lakukan, agar teman teman kita sesama remaja muslim senantiasa berbudi luhur, salah satunya dengan mengajak mereka untuk nyantri, belajar ilmu agama di pesantren. Karena pondok pesantren adalah wadah pembentukan moral, akhlak dan etika yang agung. Di pesanten jelas diajarkan berbagai tatanan ilmu agama yang tentu berlandaskan ajaran islam yang luhur. Dan dapat saya katakan, bahwa pondok pesantren adalah satu satunya lembaga pendidikan yang paling efektif untuk menanggulangi bahkan mencegah terjadinya bobroknya moralitas suatu bangsa.
Selain itu, sebagai santri kita juga harus menjadi model, panutan bagi masayarakat luas, tidak malah ikut ikutan style mereka. Kita juga harus dapat menjadi pelopor kebajikan yang berwawasan ilmu luas, berbudi pekerti luhur yang meneladani sifat rasulillah saw. Dengan kata lain, kita harus menjadi generasi yang beramal ilmiah berilmu amaliah.
Kalian siap?

Wassalamu’alaikum wr,wb.

BAB I EFEKTIFITAS PENGGUNAAN METODE ROLE PLAYING   DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI AKIDAH AKHLAK SISWA MTS AL-AJHARIYAH A.    ...